Thursday, August 25, 2011

2nd Letter



Dear You,
Ini adalah tulisan kedua yang sengaja aku buat untukmu. Setelah tulisan pertama harus nyasar dulu ke rumah orang lain sebelum nyampe ke kamu, hehe.. But anyway, Semoga kamu membaca sedikit tulisan ini, jikapun tidak biarlah tulisan ini yang akan menyimpan sendiri sebagian ceritanya.

Dear You,
Kamu yang terlihat sangat menawan sejak terakhir kali kita bertemu. Entah bagaimana aku harus menggambarkan sosokmu waktu itu. Ah, bahkan untuk sekedar membayangkanmu waktu itu saja sudah membuatku senang. Senang ketika mendengar semua orang-orang terdekatmu ikut bahagia akan apa yang kamu peroleh, memuji dan mengelu-elukan namamu. Semua tampak semurna. Yang ada hanya senyum yang terkembang ketika melihatmu waktu itu. See, no doubt that you're so geourgeous :) Tuhan telah menciptakan seorang makhluknya dengan sungguh sempurna pikirku.

Dear You,
Masih ingat sms pertama yang pernah kamu kirim pada ku malam itu? Dari situ kemudian beranjak menjadi awal aku mengajakmu keluar hanya untuk sekedar bercerita dan sedikit tertawa. Kalau ngga salah sih waktu itu kamu pake baju betuliskan "GLOW" warna biru dongker(Am I right? maaf kalau salah apalagi sok tahu. Efek kekenyangan makan mie waktu itu mungkin yang bikin mata ini siwer, hehe). Tapi entah mengapa sebuah spark tiba-tiba muncul setelah itu. Sebuah perasaan yang sudah lama tidak pernah dirasakan.

Dear You,
Ada sebuah waktu yang memisahkan kita. Waktu yang cukup lama yang membuat jarak diantara kita. Sebuah masa dimana masing-masing dari kita harus melakukan tugasnya masing-masing. But something that I really regret is how i must end that parts. You can call me cowards or something, but I don't really meant it to leave you at that moment. Kalaupun harus disuruh memilih, aku akan meminta kembali waktu itu untuk di isi denganmu. For sure, i want to payback my faults in the past! Menginjak bulan Mei, tiba-tiba segalanya berubah. Entah sebuah kebetulan atau memang rencana semesta yang mendekatkanku denganmu. Semangat itu muncul kembali. Sesuatu yang membuatku bagai mendapat sebuah nyawa kedua dalam menjalani hidup. Ketika aku sedang jatuh dalam menjalani hidup ini, kau muncul membawa sebuah harapan. Harapan akan sebuah keyakinan masa depan yang indah. Cosmological coincidence.

Dear You,
Senyummu, hidung kecilmu, tawamu yang kadang terlalu keras, rambutmu yang kadang terlihat acak-acakan dan bagaimana caramu merapikannya dengan tanganmu, kesabaranmu dalam menghadapi segala sesuatu, sebuah anting yang setia melekat dikupingmu, gayamu yang apa adanya, ketidak sukaanmu pada makanan pedas, sepatu converse yang sudah memudar warnanya, kecintaanmu pada orang tua dan keluarga, kacamata mu, kekuatanmu dalam menghadapi segala masalah, muka murungmu, suaramu ketika kau bersenandung, tatapan dari kedua matamu, sentuhan dari tanganmu, dan semuanya yang ada padamu tanpa terkecuali. Semua menjadi satu menjadikan dirimu apa adanya. Tak ada yang dikurangi atau dilebih-lebihkan. You're totally awesome!

Dear You,
Did you feel klo sudah sejak sebulan lebih yang lalu ada sesuatu yang berubah? Paling tidak itu yang aku rasakan. Segalanya terasa berbeda dan berubah padamu. Dan bahkan sampai saat aku menulis tulisan ini, aku masih belum tahu apa yang salah, ujung-ujungnya kadang suka merasa bersalah sendiri. What did I've been done to you sampai terjadi seperti ini? You never try to tell it to me. Kamu terasa jauh dan bahkan untuk merasakan kehadiranmu saja sudah sangat susah. I don't know what to do to make you feel what I've feel. Jujur, ak selalu berusaha untuk tidak pernah memaksamu dalam melakukan segala sesuatu dan selalu menjaga perasaanmu. You've your own life dan aku sangat menghargai itu. Tapi kadang ada suatu momen dimana aku harus memohon mu dengan sangat agar  kamu mau mengikuti ajakanku. Paling tidak untuk satu kali saja moment ketika aku sangat membutuhkanmu ada disampingku. Apakah itu sebuah hal yang sangat memberatkanmu? Tapi kenyataan berkata lain, kamu masih saja berada jauh disana. Terkadang berpikir, mungkin aku yang terlalu pelan untuk mengejarmu ketika kamu terus berlari kedepan dan untuk sejenak kemudian menyadari kamu telah hilang dari pandangan. Please, Slow down your step and wait me for a while. I'll be come next to you, hold your arms then let me lead your way.

Dear You,
Aku paling tidak suka ketika harus mengakhiri tulisan ini. Masih banyak yang aku ingin katakan padamu. Aku punya jawaban atas apa-apa yang kamu akan tanyakan padaku untuk segala tindakanku kepadamu. Kenapa aku harus melakukannya dengan cara seperti ini dan juga kenapa harus sekarang. Just give me a chances to tell it to you. Paling tidak sekali saja atau mungkin yang terakhir kali jika itu memang yang menjadi pilihanmu. Tapi sekarang pertanyaannya, apakah kamu masih mau mendengarkan semua yang akan aku katakan? Apa aku masih menjadi sesuatu yang sama dimata mu? Atau mungkin ini semua hanya anganku saja. One things that you should know, kamu adalah salah satu bagian dari kebahagiaan dalam hidupku. Aku sayang kamu, lebih dari apa yang kamu tahu dan melebihi dari apa yang aku bisa tunjukkan padamu selama ini. I'll never regret for saying this to you.






-----------------------
1st image source: thecoolhunter.net

No comments: