Friday, August 5, 2011

Pagi Laknat!


Pagi yang entah mengapa terasa beda dengan pagi-pagi sebelumnya. Hawa dingin yang menyeruak menembus sampai ke dalam pori-pori ikut pula menambah suasana hati yang tidak tenang ini. Rutinitas yang seharusnya berjalan seperti biasanya tiba-tiba harus terbengkalai dan sejenak dikesampingkan terlebih dahulu. Got nowhere to run and hide again, it seems all the ways out was closed. I'm trapped in rewind. My memories punch me hard in my deep heart. Damn! Why must be like this. Is there no others way that much easier? GOD? Please....

Can I just skipped this morning out?
Saya hancur lebur oleh memori..



---------------------
image source: ilya

Wednesday, August 3, 2011

The Sweet Differences


Baru saja ada teman bercerita tentang kehidupannya, dia sedang dihadapkan pada permasalahan pelik. Saya sebut teman saya dengan nama X, si X ini dari keluarga muslim yang taat beribadah sedangkan si wanita dari keluarga non-muslim. Saya kurang paham kapan kisah cinta mereka dimulai, saya justru tahu mereka jadian dari seorang teman dekat. Permasalahan keduanya sebenarnya terjadi sejak mereka mengikrarkan janji setia mereka satu sama lain, namun mereka berusaha tutupi dan acuhkan. Nyatanya masalah tidak bisa begitu saja untuk dilupakan. Mereka dihadapkan pada satu kenyataan ketika harus dipaksa untuk memilih jalan kehidupannya kedepan. Yap, bagaimana anak-anak mereka nantinya jika mereka tetap melanjutkan hubungan mereka ini karena situasinya sekarang pihak keluarga wanita sudah terang-terangan merestui hubungan mereka.

ring.. ring..


Menatap layar handphone yang dulu pernah berjaya di masanya. Tiba-tiba sesuatu berbunyi, sebuah sms masuk!! "Nah, akhirnya dia sempat juga untuk sekedar mengirim kabar padaku" kata batinku. But when i realized that it was from someone else, i just put my phone back while said: "Okay, I know you're pretty busy right now. I'll be waiting for your next call then"

When i put trust on someone, I'll never take any doubt on him/her. Just like in my case, ngga perduli apa yang dia ucapkan maka begitulah yang akan saya percaya. Mempercayaimu tidak serta merta harus membutuhkan sebuah pembuktian secara langsung. Layaknya seorang hamba yang mempercayai akan firman-firman Tuhannya, semua terasa benar ketika berada didepanmu. Even sometimes, when i know you lied to me but it still taste sweet for me.