Tuesday, February 5, 2013

Shasa

Diam dia dalam tidur dan sesekali menggerakkan kedua tangannya sembari mencoba membuka mata kecilnya. Tapi buru-buru niat itu ia urungkan karena organ tubuhnya belum mampu menerima sesuatu yang terang. Dia kembali tidur pulas seperti biasa. Namanya Shasa. Perempuan berumur 10 hari yang saya temui kemarin, berkulit putih halus, tinggi, dan berhidung mancung dengan jari-jari tangannya yang panjang. Namun sayang, ketika kelahirannya harus disembunyikan dari khalayak ramai. Jauh dari hingar bingar kebahagiaan pada umumnya. Sepi dan sendiri bersama orang yang bukan orang tuanya yang seharusnya setiap saat ada untuk mengasihinya. Atas nama jalan terbaik bagi kelangsungan hidup kedua orang tuanya dia harus diasingkan sementara waktu.

Ditawarinya saya untuk menimangnya. Ah, tidak kataku. Cukup memandanginya saja saya sudah senang bukan kepalang. Melihat dia tersenyum seakan tiada menghiraukan segala macam hal yang akan dia hadapi kedepannya. Mengacuhkan keberadaan tiap-tiap manusia yang mencoba menanyakan tentang asal usulnya. Miris rasanya. Hanya doa saja yang kemarin sempat saya selipkan kepadanya yang disusul dengan sebuah senyum simpul dari bibir kecilnya.

Menjadi ayah dari seorang gadis mungil polos berumur sepuluh hari. Yang bahkan warna kulitnya pun masih merah. Mimpi apa saya semalam?

1 comment:

Anonymous said...

calon bapak yang oke wis :3